Orinetasi Adalah : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan dan Program

Orinetasi Adalah : Pengertian oreintasi menurut para ahli, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan dan Programnya. Halo sobat Pintarsiana, berjumpa kembali di hari yang cerah ini. Pada kesempatan ini kami akan mencoba untuk menjelaskan tentang Orientasi. Jadi, Orientasi adalah suatu proses seseorang aau individu untuk menangkap, memahami atau mengerti keadaan sekitarnya dan ia dapat melokalisir dirinya dalam sebuah hubungan dengan sekitarnya tersebut.

Orinetasi Adalah

Orinetasi Adalah : Pengertian oreintasi menurut para ahli

Biasanya setiap pegawai atau karyawan yang tergabung dalam suatu organisasi pernah mengikuti orientasi kerja masing-masing dan kemungkinan besar pegawai yang satu dengan lainnya mempunyai orientasi kerja yang berbeda-beda pula, dan apabila orientasi yang dipersepsikannya ini dapat tercapai dengan baik maka pegawai akan merasakan kepuasan kerja dan bisa bekerja dengan maksimal. 

Pengertian Orientasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian dari orientasi menurut para ahli antara lain : 

Ingham (2012:132) mengemukakan bahwa, Orientasi adalah sikap dan tingkah laku pegawai dan merupakan suatu konsep yang dapat menciptakan harmoni dalam bekerja sehingga dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kinerja pegawai secara individu dalam sebuah perusahaan. 

Goldthorpe (2011:116) mengemukakan bahwa orientation to work adalah arti sebuah pekerjaan terhadap seorang individu, berdasarkan harapannya yang diwujudkan dalam pekerjaannya.

Sedarmayanti (2012:114), mengemukakan bahwa Orientasi adalah pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan. 

French (2012:65), mengemukakan bahwa Orientasi adalah suatu program upaya pelatihan dan pengembangan awal bagi para pegawai baru untuk dapat menyesuaikan diri dan juga memberi mereka sebuah informasi mengenai perusahaan, jabatan, dan kelompok kerja.

Nah dari pemaparan para ahli diatas, maka disini kami dapat menyimpulkan bahwa Orientasi berarti penyediaan sebuah informasi dasar yang berkenaan dengan perusahaan bagi pegawai baru, yaitu suatu informasi yang mereka perlukan untuk melaksanakan sebuah pekerjaan secara memuaskan.

Informasi dasar ini mencakup seperti fakta-fakta diantaranya jam kerja, cara memperoleh kartu pengenal, cara pembayaran gaji dan orang - orang yang akan bekerja sama dengannya. Apalagi Orientasi pada dasarnya merupakan salah satu komponen penting untuk proses sosialisasi bagi pegawai baru, yaitu suatu proses penanaman sikap, nilai, standar dan pola perilaku yang berlaku dalam sebuah perusahaan kepada pegawai barunya.

Tujuan Orientasi

Tujuan utama adanya Orientasi karyawan adalah untuk membantu karyawan dapat bekerja dengan baik dan maksimal, sehingga nantinya dapat meningkatkan produktivitas kerjanya, dan pada akhirnya akan mampu mendukung pencapaian tujuan perusahaan dengan mudah dan cepat. Sedangkan manfaatnya dari Orientasi karyawan ialah agar karyawan baru pada sebuah perusahaan tersebut diantaranya:

  • Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya. 
  • Dapat cepat beradaptasi dan berinteraksi dengan kondisi lingkungan yang baru dimasuki
  • Dapat memahami organisasi dan juga budaya perusahaan (visi, misi, nilai inti dan kegiatan operasionalnya),
  • Mempunyai sebuah kesamaan pola (paradigma) pikir dan terakhir,
  • Sebagai bekal sebelum yang bersangkutan itu bertugas di tempat kerjanya masing-masing


Manfaat Orientasi

Adapun manfaat dari Orientasi yaitu untuk mengurangi perasaan diasingkan, kecemasan, dan kebimbangan seorang pegawai. Dalam waktu yang singkat maka pegawai baru tersebut dapat merasa menjadi bagian dari organisasi.

Hasil lain untuk pegawai yang baru diorientasikan adalah di antaranya:

a) Cukup baik

b) Tingkat ketergantungannya kecil

c) Kecenderungan untuk keluar juga kecil

d) Selanjutnya, sebuah program orientasi juga akan mempercepat proses sosialisasi bagi karywan baru


Macam – Macam Orientasi

  1. Orientasi personal (orientasi perorangan), yaitu sebuah kemampuan individu untuk mengemukakan identitas diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.
  2. Orientasi temporal (orientasi waktu), yaitu sebuah kemampuan individu untuk mengetahui hubungan masa, waktu, hari, musim, tanggal, bulan atau tahun, baik sekarang, yang lampau, ataupun yang akan datang.
  3. Orientasi spasial (orientasi tempat), yaitu sebuah kemampuan individu untuk mengetahui batasan ruang atau suatu lokasi yang ditempati serta hubungannya dengan ruang atau lokasi yang lainnya.


Tahapan Orientasi

Orientasi karyawan baru yang efektif itu membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Untuik mencapai hal tersebut maka ada hal-hal yang perlu dilakukan adalah :

1. Persiapkan untuk karyawan-karyawan baru

Karyawan atau pegawai baru harus merasa bahwa mereka itu merupakan bagian dari dan sangat penting untuk organisasi. Supervisor dan unit SDM harus siap untuk memberikan sebuah persepsi ini kepada setiap karyawan barunya. Lebih jauh, para rekan kerja juga harus siap untuk menerima kehadiran seorang karyawan baru di perusahaannya. Manajer dan supervisor harus mendiskusikan tujuan baik itu dari teknik perekrutan pekerja baru maupun hal yang berkaitan dengan penerimaan karyawan baru tersebut dengan semua karyawan yang ada sebelum kehadiran pekerja baru itu hadir di perusahaan dimana karyawan lama bekerja.

2. Pertimbangkan penggunaan pembimbing “teman baik”

Maka tak heran jika ada beberapa organisasi menggunakan rekan kerjanya untuk berperan sebagai teman baik atau seorang pembimbing sebagai bagian dari orientasi karyawan baru. Khususnya ini berguna untuk melibatkan individu-individu yang lain dan lebih berpengalaman dan berkinerja lebih tinggi yang dapat berperan penting sebagai teladan untuk karyawan baru.

3. Gunakan sebuah daftar periksa (checklist) saat Orientasi

Sebuah daftar periksa orientasi ini dapat digunakan oleh staf departemen SDM, supervisor karyawan baru, atau keduanya untuk menyediakan sebuah informasi yang perlu diketahui oleh karyawan baru. Banyak dari pemberi kerja mengharuskan para karyawan baru itu menandatangani daftar periksa tersebut untuk menyatakan bahwa mereka ini telah diberitahu mengenai aturan dan prosedur yang bersangkutan sesuai dengan bidang dia bekerja nantinya.

Menyediakan suatu informasi yuang dibutuhkan ini sangat penting, karena dengan hal ini bertujuan untuk memberi informasi kepada karyawan mengenai kebijakan, aturan kerja, dan tunjangan dari perusahaan serta kebijakan-kebijakan mengenai cuti sakit, tunjangan, keterlambatan, ketidakhadiran, liburan, hal-hal mengenai rumah sakit, parkir dan aturan-aturan keselamatan harus diketahui oleh setiap karyawan baru. Supervisor atau manajer karyawan juga harus mendeskripsikan rutinitas dari hari kerja normal untuk karyawan pada pagi pertama.

Sampaikan sebuah informasi orientasi secara efektif: Para manajer dan staf SDM harus menentukan cara yang paling sesuai untuk menyampaikan informasi orientasi bagi para karyawan akan mengingat lebih banyak informasi orientasi tersebut jika disampaikan dengan cara yang mendorong mereka untuk belajar. Disamping materi berupa video, film, slide, dan grafik-grafik, orientasi yang dilakukan sendiri yang disediakan dalam bentuk elektronik dapat juga digunakan dalam pemberian materi orientasi.

Hindari terlalu banyak sebuah informasi: Ada satu kesalahan umum dari program orientasi adalah mereka ini terlalu banyak diberi informasi atau Slide. Para pekerja baru pada umumnya yang diberi terlalu banyak materi slide akan melewatkan detail-detail penting atau tidak dapat mengingat dengan jelas sebagian besar informasi pokok tersebut.

Evaluasi dan tindak lanjut: Biasanya seorang staf atau manajer SDM dapat mengevaluasi efektivitas dari sebuah orientasi dengan melakukan wawancara tindak lanjut kepada para karyawan baru dengan beberapa minggu atau bulan setelah orientasi. Kuesioner bagi karyawan juga dapat digunakan. Sayangnya, biasanya sebagian besar pemberi kerja hanya melakukan evaluasi yang terbatas mengenai efektivitas dari kegiatan orientasi atau bahkan ini tidak dilakukan sama sekali.

Apabila suatu proses orientasi itu tidak berlangsung seperti yang diharapkan, tentunya ini dapat menimbulkan perasaan cemas yang dapat mengakibatkan semakin meningginya proses pengunduran personalia baru. Sebaliknya apabila proses orientasi ini berlangsung dengan baik, maka personalia baru akan merasa bahwa dirinya adalah bagian dari organisasi, merasa diterima, sehingga ini dapat memotivasi personalia baru lainnya untuk ikut beradaptasi.

Permasalahan dalam Orientasi

Menurut seorang pakar teoir, yaitu : Simamora mengemukakan terdapat tiga permasalahan khusus yang dihadapi oleh karyawan baru, diantaranya:

1. Masalah-masalah dalam memasuki suatu kelompok.

Di dalam suatu perusahaan atau organisasi, tentunya ini disadari atau tidak bahwa pasti terdapat pengelompokan-pengelompokan tertentu yang sering muncul karena berbagai sebab. Salah satu penyebabnya adalah kondisi perusahaan yang terdiri dari unit-unit kerja baik secara vertikal maupun horizontal.

Hal di atas tentunya akan menimbulkan beberapa pertanyaan di benak para karyawan atau pegawai baru. Yaitu mana ini mengenai apakah dirinya diterima dan disukai di dalam kelompok, apakah mereka nantinya merasa aman yaitu terbebas dari gangguan fisik dan psikologis. Apabila permasalahan diatas tidak cepat diselesaikan tentunya akan dapat memungkinkan terjadinya pemberhentian di awal semester kerja.

2. Harapan yang naïf

Sebagian besar karyawan baru tentunya mempunyai harapan yang terlalu tinggi kepada perusahaan. Nah, apabila harapan itu tidak menjadi kenyataan di dalam hidupnya tentu dapat menimbulkan kurangnya motivasi dalam bekerja. Untuk itulah dalam proses orientasi perlu dijelaskan kapada karywan baru bahwa kenyataan yang terjadi di dalam perusahaan itu tidak selalu seperti apa yang ada di benak karyawan.

3. Lingkungan pekerjaan yang pertama

Nantinya akan timbul sebuah pikiran di benak karyawan baru mengenai apakah "lingkungan kerja yang baru apakah mendukung atau akan menghambatnya", dapatkah rekan-rekan di lingkungan kerja itu membantunya dalam bersosialisasi. Jadi, untuk membantu karyawan mendapat kesan yang positif maka diperlukan proses orientasi yang mendukung.

Hal-hal Yang Dihindari Dalam Orientasi

1. Penekanan pada kertas kerja

Adapun tinjauan yang kurang lengkap biasanya mengenai dasar-dasar pekerjaan suatu orientasi yang cepat dan dangkal dan langsung ditempatkan pada pekerjaan.

2. Tugas pertama karyawan baru yang tidak signifikan

Memberi informasi yang terlalu cepat dan proses orientasi yang terlalu banyak materi dan penyampaian yang terlalu cepat dapat mengakibatkan karyawan baru itu tidak terkonsentrasi

Program Orientasi

  • Company yaitu memahami tentang visi, misi, nilai inti organisasi dan sistem manajemen yang digunakan pada sebuah organisasi.
  • Customer & competitordengan fokus pada materi seperti pengenalan siapa pelanggan dan pesaing perusahaan.
  • Customes & mannersyaitu berisi sebuah kebiasaan dan peraturan tak tertulis.
  • Teamsdengan materi tentang pengenalan karyawan dan pekerjaan / proses kerja di bagiannya.
  • Company regulationsyaitu sebuah pengenalan etika kerja, serta peraturan-peraturan perusahaan yang tertulis
  • Job yaitu sebuah  pekerjaan yang akan dilakukan.
  • Facilitiesyaitu sebuah pengenalan tentang segala macam fasilitas perusahaan dalam rangka menunjang kerja.

Penutup

Nah, itulah ulasan tentang Orinetasi Adalah : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam, Tahapan dan Program yang dapat kami sajikan. Semoga dengan adanya ulasan ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi kalian semua. Terimakasih sudah membaca ulasan ini, sampai jumpa pada ulasan artikel yang lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel