200 Pantun Perkenalan : Guru, Siswa, Teman, Pacar, dan Rekan Kerja

Pantun Perkenalan : Guru, Siswa, Teman, Pacar, dan Rekan Kerja - Hallo sobat semua pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah pantun dengan tema Perkenalan. Awal pertemuan yang baik akan mempermudah menjalin komunikasi selanjutnya. Untuk membangun hal ini maka kalian dapat menggunakan sebuah pantun perkenalan. Biasanya orang yang humoris akan cepat akrab dengan orang baru yang ditemui mereka.

Pantun Perkenalan : Guru, Siswa, Teman, Pacar, dan Rekan Kerja

Pantun Perkenalan : Guru, Siswa, Teman, Pacar, dan Rekan Kerja

Dengan berpantun seperti ini maka akan membuat kita lebih nyaman memulai percakapan dengan orang yang baru kita kenal, apalagi orang tersebut suka dengan berpantun tentu akan cocok sekali, bisa-bisa malah jadi saling balas pantun.


Pantun perkenalan di depan kelas

Saya pernah merasakan bagaimana ketika mejadi seorang Mahasiswa baru dan bertemu dengan teman-teman baru. Bahkan teman yang ada di satu kelas semuanya baru tidak ada teman lama dari sekolah SLTA. Tentu hal ini sangatlah berbeda bahkan untuk berbicara di depan kelas dan disaksikan banyak mata saja membuat degdegkan. Namun inilah sebuah tantanagnnya bagi seroang MABA. Untung disini saya ingat sebuah pantun perkenalan, dengan begitu saya mencoba untuk memulai sebuah kata-kata dengan sebuah pantun yang konyol.


Pucuk merah tumbuh di taman,

Bibit salam ditancapkan.

Salam kenal teman-teman,

Assalamu alaikum aku ucapkan.


Burung nuri terbang ke awan,

Pulang bangau ke tempat asal.

Senang hati bisa berkawan,

Dari [Bandung] saya berasal.


Sungguh bahagia di hari raya,

Ada kopi mana rotinya.

[Gina Hayana] itulah nama saya,

[makan baso] itulah hobinya.


Tanjung Pinang banyak kelokan,

Masih kecil tulangnya rawan.

Alangkah senang bisa berkenalan,

Banyak saudara banyaklah kawan.


Pantun perkenalan Guru Kepada Muridnya

Menjadi seorang guru adalah sebuah cita-cita bagi sebagian orang, bahkan tak jarang ketika menyanyakan sebuah cita-cita kepada anak-anak SD mereka mempunyai cita-cita ingin menjadi guru, alasannya adalah Guru itu seorang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa bahkan guru itu adalah orang yang hebat.

Lantas, bagaima ketika kalian yang sekarng ini menjadi guru di sekolah SLTA, sedangkan kalian ini adalah orangnya sulit dalam berucap apalagi mengawali sebuah perkataan. Maka dari itu disini saya akan membagikan sebuah pantun yang dapat kalian jadikan referensi untuk membangun kimestri yang baik dalam menjalin hubungan kepada murid-murid baru kalian.


Air dingin, badan menggigil,

Sabun habis apa gantinya.

Ibu Sri, ibu dipanggil,

Salam kenal untuk semua.


Burung perkutut terbang ke rawa,

Anak Jawa memetik salak.

Jangan takut dengan saya,

Saya ini guru yang tidak galak.


Salak bukan sembarang salak,

Salak kecil di dekat nanas.

Galak bukan sembarang galak,

Galak saya pada anak yang malas.


Pantun Perkenalan Kelompok


Bendera berkibar ditancapkan,

Tancap kuat di tanah berbatu.

Assalamu alaikum kami ucapkan,

kami ber[tiga] dari kelompok satu.


Bunga mekar mulai bersemi,

Kalau mekar amat indahnya.

Kini tiba giliran kami,

Kami dari kelompok tiga.


Kalau sudah musim bersemi,

Tercium harum di sana sini.

Kelompok [A] itulah kami,

Izinkan kami memberikan presentasi.


Pantun Perkenalan Dengan Teman


Air minum dari telaga,

Indah rumah milik si kaya.

Assalamu alaikum salam pembuka,

Perkenalkan [Hesti] adalah nama saya.


Kalau tiba di hari raya,

Baju baru ada di mana.

Kalau boleh aku bertanya,

Hesti yang baik dari mana?


Bukan kuda tapi gazal,

Gasing putar disebut panggal.

Dari [Padang] saya berasal,

Di [Kampung Sembilan] saya tinggal.


Kalau pasar ada sepatu,

Sepatu hilang dalam kemahmu.

Kalau memang ada waktu,

Kapan-kapan aku main ke rumahmu.


Burung kutilang murai batu,

Ikan sepat pandai berenang.

Silakan datang ke rumah aku,

Kehadiranmu membuatku senang.


Pantun Perkenalan Buat Cowok


Sungguh lezat soto koya,

Makan semangkok dekat terminal.

Salam takzim dari saya,

Teman sekelas yang ingin kenal.


Anggrek mekar bukan benalu,

Di pohon mangga tolong ikatkan.

Ingin berkenalan tapi malu,

Lewat pantun aku wakilkan.


Rasa jamu selalu pahit,

Gadis solo memakai batik.

Kukirim pantun hanya sebait,

Kukirim sebagai niat baik.


Ikan rawa ikan tenggiri,

Pempek enak sekali.

Pasti bahagia di dalam hati,

Jika kau terima pertemanan ini.


Dari mana datangnya santan,

Dari kelapa kebun Selatan.

Dari mana datangnya persahabatan,

Dari pantun menuju perkenalan.


Pantun Perkenalan Buat Cewek


Kembang melati kembang setaman,

Amat indah burung gelatik.

Maksud hati ingin berkenalan,

Dengan adik berkerudung cantik.


Perahu sampan dari hulu,

Bambu diikat apa namanya?

Kalau boleh aku tahu,

Adik cantik siapa namanya?


Kelokan bukan sembarang kelokan,

Kelokan jauh ke Tanjung Pinang.

Kenalan bukan sekedar kenalan

Maksud hati ingin meminang.


Untuk apa berjalan-jalan,

Kalau tidak ada oleh-olehnya.

Untuk apa sekedar berkenalan,

Kalau hanya menumpuk dosa.


Terbang melayang burung camar,

Camar hingga di pelabuhan.

Sudah kenal langsung dilamar,

Sudah dilamar langsung dibahagiakan.


Pantun Remaja Romantis


[1]

Beli tali untuk mengikat,

Pulut lengket sangat merekat.

Kalau sudah hati terpikat,

Pil pahit terasa coklat.


[2]

Kue lezat tepung kanji,

Masih hangat dalam kuali.

Bukan aku hendak memuji,

Tapi memang kamu cantik sekali.


[3]

Dari pasar membeli pari,

Ikan laut banyak sepeti.

Duit hilang bisa dicari,

Kamu hilang, stress setengah mati.


[4]

Gelang lucu dari perunggu,

Kapas putih pohon randu.

Walau lama tetap kutunggu,

Walau jauh tetap kurindu.


[5]

Sangat tinggi pohon kelapa,

Dari Mekah bawa kurma.

Sekarang berteman tak mengapa

Yang penting besok hidup bersama.


[6]

Ikan bandeng banyak duri,

Makan satu dengan ketupat.

Cewek cantik gampang dicari,

Cewek baik di mana bisa didapat.


[7]

Mari beriman pada malaikat,

makhluk gaib tak terlihat.

Walau beribu teman yang dekat,

Hanya kamu yang paling memikat


[8]

Jalan-jalan ke Malaka,

Melihat perahu penuh pasukan.

Walau berjauhan asal kita,

Tapi hati berdekatan.


[9]

Santun bukan sembarang santun,

Adab budaya dari dahulu.

Pantun bukan sembarang pantun,

Pantun untuk mengirim rindu.


[10]

Bukan batik bukan kelimis,

Pakai peci di waktu maghrib.

Bukan cantik bukan manis,

Kamu itu sangat ajaib.


Pantun Remaja Persahabatan


[11]

Apa namanya sayur ketupat,

Dari nangka daunnya lebat.

Apa itu yang disebut sahabat

Sehati sejiwa selalu dekat.


[12]

Makan besar saat kenduri,

Bunga cempaka bunga melati.

Merangkai cerita setiap hari,

Tak kulupa sampai tua nanti.


[13]

Kaki berjinjit berjingkat-jingkat,

Petik daun untuk obat.

Walau banyak teman yang dekat,

Hanya engkau yang jadi sahabat.


[14]

Arjuna ganteng pandawa lima,

Naik kuda ke Alengka.

Susah senang bersama-sama,

Jangan pernah saling melupa.


[15]

Hujan lebat di hari raya,

Dari sungai naik kura-kura.

Sahabat ibarat sekuntum bunga,

Tetap mekar walau di belantara.


[16]

Duduk berdua dekat taman

Tercium lezat sebuah masakan.

Tempat curhat paling nyaman,

Aib sahabat dirahasiakan.


[17]

Langit biru terdapat awan,

Akan turun hujan lebat.

Untuk apa beribu kawan,

Kalau tak punya seorang sahabat.


[18]

Bola sepak jangan dilemparkan,

Kalau lupa selalu diingatkan.

saat bahagia, engkau menyempurnakan,

saat susah, engkau menguatkan.


[19]

Pulau Bangka penghasil lada,

Kota Solo penghasil batik.

Persahabatan tulus selalu ada,

Lahir dari hati yang baik.


[20]

Ke sekolah datang terlambat,

Tugas banyak hati gelisah.

Selamat malam duhai sahabat,

Moga malam ini mimpi yang indah.


Pantun Remaja Perkenalan


[31]

Di atas meja bunga diletakan,

Sandal baru dipakai jalan.

Assalamu alaikum aku ucapkan,

Pantun kuucap pembukan perkenalan.


[32]

Anak Melayu memakan petai,

Kalau haus ambil kelapa.

Aku dari gunung engkau dari pantai,

Di tempat ini pula kita berjumpa.


[33]

Angin bertiup daun bergoyang,

Burung hinggap di pohon cemara.

Namaku GINA, panggilan sayang

Pemberian dari Ayah dan Bunda.


[34]

Dinding papan kuat dipaku,

Udara dingin terasa membeku.

Dari PADANG kota asalku.

Rendang adalah kesukaanku.


[35]

Ulama menulis dengan tinta,

Banyak kita untuk umatnya.

Lahir dari keluarga sederhana,

Datang ke sini mengejar cita-cita.


[36]

Sungguh luas alam dunia,

Pergi ke hutan membawa kapak.

Jangan bertanya apa ada yang punya?

aku ini kepunyaan Ibu dan Bapak.


[37]

Burung merpati burung dara,

Kalau hitam burung apa.

Anak KEDUA dari 4 bersaudara,

Punya adik juga kakak.


[38]

Irian cendrawasih,

Pergi haji ke kota Mekah.

Cukup sekian terimakasih,

moga perkenalan ini membawa berkah.


[39]

Kalau ada jarum yang patah,

Mohon kirimkan ke pulau Jawa.

Kalau ada kata yang salah,

Mohon maafkan seikhlas jiwa.


[40]

Sungguh indah kota Kendari,

Papua tempat cendrawasih.

Mohon pamit undur diri,

Assalamu alaikum terimakasih


Akhir Kata

Nah, itulah kumpulan pantun perkenalan yang dapat saya sajikan, semoga koleksi pantun  ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi kita semua. Janganlupa baca juga kumpulan pantun yang tak kalah unik dan menarik lainnya dibawah ini !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close