Pengertian Membaca, Tujuan, Manfaat dan Jenis Membaca

Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Jenis Membaca - Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Jenis Membaca. Sebagian orang memiliki hobi membaca dan bahkan mengoleksi banyak buku. Namun sebagian lagi menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan. Padahal kegiatan membaca tidak terbatas kepada tulisan panjang seperti buku. Tetapi juga mencakup segala jenis tulisan singkat dengan teknik membaca yang berbeda-beda pula. Untuk lebih memahaminya, simak artikel di bawah ini.


Pengertian Membaca


Ada berbagai pendapat dan sudut pandang yang membahas mengenai pengertian membaca. Namun secara umum, membaca adalah kegiatan penggalian informasi dengan proses penafsiran dari suatu tulisan. Melalui proses ini diharapkan akan lahir pemahaman atas pesan atau makna yang terkandung dalam tulisan tersebut.


 Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Jenis Membaca

Jika ditinjau dari sisi linguistik, membaca merupakan proses recoding dan decoding. Artinya, setiap bacaan diibaratkan kumpulan kode atau sandi. Dan tugas pembaca adalah melakukan penyandian kembali serta berusaha memahami sandi tersebut.


Tujuan Membaca


Membaca memiliki tujuan yang bervariasi tergantung kebutuhan si pembacanya. Ada banyak tujuan membaca yang dikemukakan para ahli dan peneliti. Disini akan diuraikan beberapa di antaranya sebagai berikut :


1. Menambah Informasi dan Pengetahuan


Tujuan membaca yang utama adalah untuk menambah informasi atau pengetahuan tentang apapun. Untuk mencapai tujuan ini, sumber bacaan bisa berasal dari mana saja. Mulai dari sekadar pengumuman, pesan singkat, media massa, hingga karya ilmiah.


2. Melakukan Pemeriksaan Silang Atas Informasi yang Telah Didapat


Informasi bisa didapat dari banyak sumber. Namun, tidak semua dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Inilah pentingnya melakukan pemeriksaan silang atas suatu informasi, terutama yang bersifat sensitif. Selektif dalam memilah bacaan juga akan membantu untuk menghindarkan dari berita bohong alias hoax.


3. Mengonfirmasi atau Menolak Prediksi


Contoh paling mudah untuk memahami tujuan ini adalah ketika seseorang memprediksi skor sebuah pertandingan olahraga. Dengan membaca setelah pertandingan berakhir, orang tersebut akan dapat memastikan apakah prediksinya benar atau salah. Selain itu, prediksi persebaran suatu penyakit juga dapat dikonfirmasi atau ditolak dari pembacaan data tentang hal tersebut.


4. Sebagai Hiburan


Secara garis besar, ragam buku (yang merupakan salah satu sumber bacaan) terbagi menjadi 2, yaitu fiksi dan non-fiksi. Membaca fiksi tidak dapat dipungkiri merupakan kegiatan yang menghibur. Alur yang terdapat dalam buku fiksi, yang merupakan pemikiran dan imajinasi penulisnya seringkali dapat dirasakan pembacanya seolah-olah merupakan cerita nyata.

Beberapa cerita juga kadang mewakili perasaan pembacanya yang memiliki pengalaman serupa. Perasaan terkoneksi inilah yang kemudian membuat bacaan dapat menjadi sebuah hiburan.


Aspek Membaca


Dalam membaca, terdapat 2 aspek yang merupakan keterampilan berbeda. Keduanya yaitu keterampilan mekanis dan keterampilan pemahaman.


1. Keterampilan Mekanis


Dalam aspek ini, hal yang ditekankan lebih kepada teknis pembacaan itu sendiri. Pemahaman akan huruf dan unsur linguistik lainnya seperti kelas kata, fonologi, dan makna kalimat adalah hal yang utama. Ketika membaca suatu tema bacaan, orang bisa saja terampil secara mekanis, tetapi tidak selalu memiliki keterampilan pemahaman.


2. Keterampilan Pemahaman


Sementara itu, keterampilan pemahaman adalah kemampuan dalam menafsirkan isi bacaan secara lebih mendalam. Selain itu, keterampilan ini juga mencakup pemahaman tentang ide utama dan pesan lainnya  yang ingin disampaikan penulis. Hingga pada akhirnya, pembaca mampu menceritakan kembali isi bacaan tersebut.


Jenis Membaca


Terdapat 2 jenis membaca yang bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui hal apa yang mendasari kebutuhan membaca. Ini akan membantu menentukan jenis membaca mana yang digunakan.


1. Membaca Intensif


Tujuan dalam membaca intensif adalah untuk memahami suatu bacaan secara detail dan menyeluruh. Karena itu, sikap fokus dan cermat adalah hal penting yang harus dimiliki pembaca. Terdapat 2 macam membaca intensif, yaitu membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa.

Membaca telaah isi adalah jenis membaca yang menuntut ketelitian dan berpikir kritis. Pembaca harus peka terhadap ide-ide yang terdapat dalam bacaan, baik yang tersurat maupun tersirat. Pemahaman terhadap isi paragraf, hubungan antar paragraf, serta keterkaitan contoh dan penjelasan adalah hasil yang diharapkan dari membaca telaah isi.
Sementara membaca telaah bahasa lebih menitikberatkan kepada keindahan bahasa yang terkandung. Tujuan utama dari jenis membaca ini adalah mengembangkan perbendaharaan kata beserta ragam makna dan konteks penggunaannya. Beberapa pengetahuan yang akan dikembangkan dalam membaca telaah bahasa adalah ragam bahasa, idiom, penggunaan kamus, hingga derivasi atau asal-usul kata.


2. Membaca Ekstensif


Jika membaca intensif mengharuskan fokus kepada satu bacaan, maka membaca ekstensif  lebih mengarah kepada pencarian informasi dari berbagai sumber. Pembaca dituntut untuk membaca beberapa bacaan dengan topik yang sama secara cepat dan efisien. Hasil yang diharapkan adalah ditemukannya kesimpulan dan kesamaan apa yang ada di dalam berbagai bacaan tersebut.

Ada 3 macam membaca ekstensif. Pertama adalah membaca survey yang memiliki tujuan utama untuk mencari bahan referensi. Kemudian ada membaca sekilas yaitu hanya memperhatikan poin-poin yang terdapat dalam bacaan. Terakhir adalah membaca teks secara umum saja tanpa pemahaman mendalam, disebut membaca dangkal.


Teknik Membaca


Dari jenis-jenis membaca di atas, terdapat berbagai teknik untuk melakukannya. Teknik-teknik ini memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam penerapannya. Berikut beberapa teknik membaca untuk mempermudah dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.


1. PQ4R


Teknik ini merupakan singkatan dari preview, question, read, reflect, recite, review. Membaca dengan teknik PQ4R dimulai dari melihat ringkasan atau poin-poin utama dari bacaan. Kemudian, pikirkan pertanyaan mengenai masalah apa yang dapat ditemukan jawabannya dari bacaan tersebut.

Selanjutnya adalah membaca secara seksama sambil memahami informasi yang tertulis. Coba ceritakan kembali informasi tersebut dan meringkasnya dengan parafrase. Baca kembali ringkasan tersebut dan lihat pertanyaan sebelumnya untuk dijawab.


2. Skimming


Disebut juga baca-layap, teknik membaca skimming bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam membaca. Esensi dari teknik ini adalah fokus mencari topik yang dibutuhkan dari suatu bahan bacaan. Untuk itu, memahami informasi apa yang ingin dicari adalah hal penting.

Misalnya, terdapat beberapa buku yang dari judulnya mengarah kepada informasi yang dibutuhkan. Dari buku-buku tersebut, perlu dilihat daftar isinya untuk mengetahui halaman mana saja yang memuat informasi yang relevan dengan kebutuhan. Cukup baca halaman-halaman tersebut dan abaikan halaman lain, kecuali apabila ada penjelasan yang berkaitan.


3. Scanning


Teknik membaca scanning berguna untuk mendapatkan informasi khusus. Caranya adalah dengan mencari kata kunci sesuai dengan kebutuhan. Teknik yang juga disebut baca-tatap atau memindai ini bisa digunakan ketika mencari definisi kata dalam kamus. Mencari istilah dalam ensiklopedia juga dapat dilakukan dengan cara ini.


4. Selecting


Membaca dengan teknik selecting biasanya digunakan untuk mencari referensi yang sesuai kebutuhan. Hal ini kebanyakan berguna bagi penulis untuk menguji akurasi dari tulisannya. Cara paling umum adalah dengan memilih judul berita di koran. Berita-berita yang memiliki topik sesuai dengan kebutuhan akan dibaca dan yang lain akan diabaikan.


5. Skipping


Dalam teknik skipping atau baca-lompat, mata dituntut untuk jeli dalam menangkap informasi penting. Mata harus memiliki pandangan yang luas. Tidak hanya fokus pada satu paragraf misalnya, tetapi perlu memperhatikan satu halaman penuh.

Agar informasi dapat ditangkap secara efisien, pembaca harus peka terhadap kata atau frasa kunci yang dicari. Dengan begitu, bagian bacaan yang tidak terlalu esensial dapat ditinggal atau dilompati. Proses pencarian informasi pun akan berlangsung lebih cepat.

Demikianlah artikel tentang membaca ini. Jadikan membaca sebagai hobi karena membaca adalah kegiatan positif yang dapat menambah informasi dan pengetahuan. Dengan teknik membaca yang tepat, efektivitas dan efisiensi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan pun akan meningkat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close